top of page

Kenapa Gaji Saya Lebih Kecil dari Teman Saya?

Apakah Sobat Oranye pernah merasakan kebingungan bagaimana suatu perusahaan menentukan imbalan kerja seseorang berupa gaji? Atau ada Sobat Oranye yang lain merasa sama-sama fresh graduated tingkat Sarjana tapi mendapatkan Gaji yang berbeda walaupun dengan jumlah pengalaman yang sama? Yuk kita simak bagaimana idealnya sebuah perusahaan menentukan range atau kisaran Gaji seseorang karyawan di perusahaannya.


Hal ini bisa banyak bermanfaat untuk mempertimbangkan negosiasi kenaikan Gaji Sobat Oranye setelah menjalani masa kerja tertentu loh. Secara singkat menurut banyak praktisi Manajemen ada Empat hal yang menjadi pertimbangan sebuah perusahaan dalam menentukan Gaji seorang Karyawan.


1. Position

Sebuah pekerjaan bisa diberikan kompensasi yang tinggi atau rendah salah satunya tergantung pada beberapa variable yang melekat pada pekerjaan tersebut. Posisi pekerjaan tersebut nanti akan dibandingkan dengan pekerjaan lainnya sehingga dapat menentukan suatu pekerjaan memiliki level kompensasi yang besar atau tidak. Hal yang paling sederhana adalah level jabatan suatu pekerjaan. Pekerja yang sudah ada di level supervisor pada umumnya akan memiliki gaji yang lebih besar dibandingkan dengan level staf. Namun selain hal tersebut banyak variable lain yang menjadi bahan pertimbangan seperti resiko yang ditanggung oleh pekerja ketika menjalani pekerjaan tersebut seseorang yang memiliki tanggung jawab memegang dana perusahaan secara langsung biasanya memiliki kemungkinan punya gaji yang lebih besar dibandingkan yang tidak memegang dana apapun karena resiko yang dia miliki dianggap lebih besar.


2. People

Selain dari posisi hal yang menjadi pertimbangan adalah seluruh atribut yang melekat kepada karyawan tersebut. Hal ini sebetulnya yang menjadi banyak pertimbangan sebuah perusahaan menggaji karyawan baru. Latar belakang pendidikan, jumlah pengalaman yang sejalan dengan pekerjaan, dan kompetensi karyawan tersebut dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan menjadi atribut yang diperhitungkan.


3. Performance

Pada aspek ini beberapa perusahaan tidak melekatkan kompensasinya pada gaji bulanan yang diterima oleh pegawai. Namun kinerja karyawan akan berdampak pada kompensasi diluar gaji seperti bonus tahunan yang karyawan dapat. Setiap tahunnya perusahaan biasanya melakukan beberapa kali review atau evaluasi kinerja karyawannya. Hasil dari evaluasi ini idealnya di kaitkan dengan kompensasi tambahan yang diterima karyawan. Semakin bagus kinerja yang ditunjukan oleh karyawan maka semakin besar kompensasi tambahan yang Ia terima.


4. Market

Nah, pada aspek terakhir ini bisa jadi ini bahan pertimbangan yang belum ada standar tertentu antar satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Pertimbangan sebuah pekerjaan sedang laku di pasaran industri menjadikan suatu posisi bisa memiliki Rate Gaji yang sangat tinggi. Hal ini tentunya banyak ditentukan oleh sulitnya mencari calon karyawan yang dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Contoh paling real yang terjadi saat ini adalah untuk pekerjaan yang terkait dengan Teknologi. Disejumlah industri pengembangan teknologi menjadi agenda besar yang sedang dijalankan perusahaan. Hal ini tentunya berdampak pada meningkatnya Rate gaji untuk pekerjaan yang langsung terkait dengan IT.


Nah bagaimana sobat Oranye, setelah mengetahui Empat komponen tersebut tentunya kita akan menjadi lebih paham bagaimana perusahaan memberikan gaji pada karyawannya. Selain itu tentunya kita jadi mendapatkan gambaran juga apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kompensasi yang kita dapatkan. Tetapi jangan terjebak pada kompensasi yang bernilai financial saja ya Sobat Oranye. Karena tentunya perusahaan juga memiliki sejumlah kompensasi Non- Financial yang diberikan kepada karyawannya, seperti apresiasi langsung dari atasan atau peluang pengembangan kompetensi dengan dilibatkan banyak project perusahaan.

2,496 views0 comments

Comments


bottom of page