top of page

Inilah cara negosiasi gaji untuk bekerja pertama kali

Updated: Sep 4, 2019

Menjadi seorang fresh graduate biasanya memiliki harapan untuk dapat bekerja disebuah perusahaan dengan mengisi suatu posisi sesuai dengan jurusannya. Hal yang paling menarik setelah bekerja adalah penghasilan atau gaji. Gaji merupakan suatu hak yang didapatkan oleh seorang pegawai yang bekerja dalam sebuah perusahaan. Menentukan gaji awal akan tampak menjadi sulit karena pengetahuan tentang standart gaji yang didapatkan masih belum ada gambaran. Hal ini tentunya dapat menjadi boomerang bagi kita seorang fresh graduate yang sedang menjalani proses seleksi.


Perusahaan yang diwakili oleh HR atau Rekrutmen atau juga user (yang akan menjadi atasan) akan bertanya tentang harapan penghasilan kita yang akan diperoleh. Tentunya, perusahaan memiliki standartnya masing-masing. Akan menjadi suatu pertimbangan bagi perusahaan jika calon karyawannya meminta gaji yang tinggi dari standart perusahaannya. Tetapi, sebaliknya jika kita tidak tahu berapa kisaran yang kita harapkan bisa jadi perusahaan memberikan gaji atau penghasilan rata-rata yang setidaknya bisa kita usahakan untuk mendapatkan gaji yang “agak” lebih tinggi.


Nah, kira-kira bagaimana cara negosiasi gaji kita sebagai fresh graduate?


1. Cari tau kisaran gaji

Sebelum melakukan wawancara saat panggilan awal pastikan kita sudah mengetahui posisi yang akan kita isi sehingga kita dapat melakukan riset untuk mengetahui kisaran standart gaji untuk seorang fresh graduate di posisi tersebut. Kita dapat mencari tahu dari platform-platform pencari kerja yang biasanya menyertakan gaji yang didapatkan atau menanyakan kepada kakak, teman yang sudah bekerja. Selain itu, setiap daerah di Indonesia memiliki standart upah minimum kota atau daerahnya yang sudah di atur oleh pemerintah.


2. Memiliki patokan standart gaji untuk posisi yang akan dilamar

Pastikan kita menghargai diri kita dengan kompetensi yang kita miliki untuk bekerja atau berkarya dalam perusahaan. Sehingga kita dapat memiliki patokan standart yang seharusnya bisa kita dapatkan.


3. Tanyakan benefit lain yang akan didapatkan selain uang

Benefit yang didapatkan dalam sebuah perusahaan biasanya tidak selalu berupa uang. Ada beberapa hal lain diluar itu yang bisa didapatkan kita sebagai karyawannya, misalnya mendapatkan asuransi kesehatan, fasilitas yang didapatkan untuk menunjang pekerjaan, asuransi kepegawaian, dll.


4. Jangan terburu-buru untuk memberikan keputusan

Ketika perusahaan menawarkan gaji pertama kali dan tidak sesuai dengan ekspektasi jangan terburu-buru menolak atau mengungkapkan rasa kekecewaan kita. Cobalah untuk tetap tenang dan menyampaikan rasa terimakasih kita karena sudah mengapresiasi apa yang telah kita lalui dalam proses seleksi tersebut.


Jika ingin menolak tawaran perusahaan pastikan disampaikan dengan baik dan tetap menunjukan sikap yang kooperatif.


5. Sertakan alasan permintaan gaji

Setiap perusahaan memiliki standart gaji masing-masing yang bisa jadi menjadi berbeda dengan perusahaan lain. Dengan demikian tiap perusahaan memiliki acuan gaji yang diberikan kepada karyawannya. Jika perusahaan menawarkan tawaran yang tidak sesuai dengan harapan kita, usahakan untuk bernegosiasi dengan alasan permintaan gaji yang kita harapkan, misalnya dengan pengalaman pekerjaan freelance atau pengalaman magang (yang pastinya sesuai dengan posisi yang dilamar) atau sudah memiliki sertifikat kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi yang dilamar.


Dengan demikian, kita dapat melakukan peluang kita untuk mendapatkan gaji sesuai harapan yang akan dipertimbangkan oleh perusahaan.


Nah, sekiranya seperti itu cara kita sebagai fresh graduate dalam negosiasi gaji kepada perusahaan yang kita lamar. Sertakan juga attitude yang baik sehingga jika kita belum berjodoh dengan perusahaan tersebut kita dapat memiliki track record yang baik. Semangat dan sukses selalu #sobatoranye


3,959 views0 comments

Comments


bottom of page